Senin, 17 Januari 2011

Love (A Secret Story Beetwen Us) Part 1

Didi
Aku mengulas senyum tipis seadanya kali pertama kau menyapaku “hi, boleh ikut duduk??’. Aku hanya mengangguk pelan walaupun sebenarnya dalam hati tidak rela ada orang lain yang duduk disebelahku. Namun rasanya terlalu bodoh jika aku bilang “jangan!!” karna kau pasti kan menganggapku egois.
Kau mengulas senyum yang terlihat tulus. Aku tidak peduli!! Keheningan sejenak menaungi kita, aku hanya berharap kau segera enyah dari sini tapi sepertinya itu hanyalah harapan sia-sia  karena tak beberapa lama, kau mulai mengawali pembicaraan “sendirian??” tanyamu, stupid question!! Gak tau apa ya ini orang kalau aku memang lagi sendirian!! Rutukku dalam hati. “ya,, begitulah!!”jawabku singkat,dan lagi-lagi kau tersenyum.
“Kenalin..namaku Tama” kau sodorkan tanganmu dalam hampanya udara, baiklah aku harus bersikap sedikit manis dan,, segera meninggalkan tempat ini. ”Didi..” balasku menjabat tanganmu dan segera melepaskannya. Sepertinya kau tak ingin perkenalan ini segera usai tapi aku memang harus segera pergi. Ketika aku mulai berdiri,kau pun terlihat sedikit terenyak,dengan sopan aku mengucapakan kata permisi terhadapmu dan segera meninggalkan kau yang masih terdiam. Whatever!!
«««««
Sebenarnya aku tidak membencimu,karena kau memang tidak pantas untuk dibenci. Dengan segala hal yang kau miliki, otak yang cemerlang tapi tertutupi oleh kelakuanmu yang serampangan, senyum jahil yang selalu menghiasi wajahmu, canda-canda gokil yang terlontar dari bibirmu  membuat siapapun tertawa, ejekan-ejekanmu yang tidak membuat siapapun sakit hati karena memaklumi itulah sifatmu memang sudah sepantasnya jika kau diidolakan dan itulah alasan utamaku kenapa aku tak ingin bersinggungan dengan orang sepertimu, karena ake phobia terhadap ketenaran. Mungkin kau akan tertawa terbahak-bahak jika mengetahuinya dan akan menganggapku aneh tapi aku tidak peduli karna aku sangat  tak peduli padamu.
Entahlah apa yang ada dalam benakmu ketika aku meninggalkanmu di bangku itu. Terlalu banyak spekulasi-spekulasi yang dapat terungkap hanya saja malas untuk memikirkannya. Aku terenyak “ Ya Tuhan!! Apa yang aku pikirkan???,sudahlah tidak perlu memikirkannya toh dia tidak mengenalku dan akan segera melupakanku.”.
«««««
Tama
Sejak tadi, mataku terpancang pada gadis berkerudung itu. Ada sesuatu yang menarik darinya, yah.. ini mungkin hal yang biasa terjadi pada setiap orang ketika menemukan ada  sesuatu yang menarik perhatiannya, namun ini benar-benar berbeda. Gadis itu duduk sendirian dibangku sepanjang itu,tidak peduli dengan sekelilingnya dan  sepertinya ada earphone yang terpasang dibalik kerudungnya, kenapa aku bisa tahu?? Karna dia mengetuk-ngetukkan kaki  pada lantai yang dipijaknya sedangkan  aku masih disini mengamatinya dan dia tidak bergeming dari tempatnya duduk. Mulai kujelajahi inci wajahnya (ini gila!! Dia gadis berkerudung dan aku berani menjelajahi setiap inci wajahnya??? Sepertinya otakku mulai “error”!!!)
Gadis itu memiliki wajah yang emm… bisa dibilang bulat-oval,matanya dinaungi oleh bulu mata yang lentik dan alis yang tebal,walaupun saat ini tatapan matanya sedang kosong tapi aku tahu ketika tatapan mata itu mulai terisi. Tadda.. itulah mata dengan tatapan yang tajam,misterius,namun jenaka.(bagaimana aku tahu?? Karna aku adalah pengamat tatapan! hehe)
Sudah puas aku memandanginya maka sekarang saatnya aku untuk mendekatinya. Aku mulai menyapanya, dia hanya mengangguk pelan seakan tidak ingin ada orang yang mengganggunya, dan ketika aku mulai mengangsurkan tangan untuk mengajaknya berkenalan ada rasa sedikit takut (dia adalah cewek berkerudung) tapi ternyata dia menyambut uluran tanganku dan mengatakan namanya “Didi”. Aku ingin mengajaknya berkenalan lebih lanjut, tapi.. gadis itu dengan sopan segera beranjak dari hadapanku. Shitt!!! Padahal aku masih ingin mengenalnya, tapi gak papa masih ada banyak waktu untuk mengenalnya.
Namanya pun masih tetap terngiang-ngiang “didi”, nama yang unik untuk gadis berkerudung seunik dia. Semoga kita bisa bertemu lagi, Didi!!

«««««
Didi
Dua minggu berlalu sejak kamu mengajakku berkenalan dan hari ini lagi-lagi aku harus bertatapan denganmu. Kau dengan entengnya melemparkan senyummu kepadaku, bahkan ketika seorang teman bertanya padamu kenapa kau  tersenyum dan untuk siapa, kau tetap mengulas senyum sebagai jawabannya. Apa kau mengenaliku??? Impossible!! Itu tidak mungkin karena aku bukan apa-apa. Segera saja aku beranjak pergi dari tempat itu.
Apakah ini bisa diaanggap sebagai suatu kebetulan ataukah sebagai suatu takdir,entahlah!
Setelah kegiatanku dikampus sore itu selesai,ternyata kau telah berdiri di lorong penghubung Fakultas Psikologi dengan Fakultas Kedokteran tempat yang selalu aku lewati ketika pulang.”Kenapa dia disini sih??” rutukku tapi aku tetap harus berjalan karena memang inilah jalan tercepat yang bisa aku lewati. Aku melewatimu begitu saja seakan aku tak tahu kalau kau disana dan berharap kau pun begitu, namun.. sepertinya aku keliru baru 2 meter aku berjalan melewatimu kau pun memanggilku “Didi!!!”, aku  berhenti dan berbalik “maaf, kamu memanggilku??” tanyaku. Kau terlihat berjalan ke arahku sambil tersenyum “Assalamualaikum Di..” sapamu.  “Waalaikumsalam… maaf apa kamu tadi memanggilku??” jawab serta tanyaku sekaligus. Kamu pun masih tersenyum dan menatapku “hash!! Menjengahkan!!”. Aku pun mengulangi pertanyaanku “Maaf, apa kamu tadi memanggilku??”  “Oh!!! Iya. Tadi aku memanggilmu, kamu masih ingat aku kan Di??” tanyamu.  Tentu saja aku masih mengingatmu!! Gumamku dalam hati “Emmm.. kamu Tama ya??”, lagi-lagi kamu tersenyum. “mau pulang ya Di?? Emm.. mau barengan denganku?? Tenang saja, aku gag bakalan macem-macemin kamu kok,,hehehee” cengirmu. Masyaallah!!  Ini orang sadar apa enggak sih sama kata-katanya, baru juga ketemu eh,, udah nawarin nganterin pulang. “maaf Tam!! Makasih buat ajakanya, tapi aku masih ada urusan jadi permisi dulu ya tam. Assalamualaikum..” tolakku halus dan beranjak pergi dari hadapanmu. Aku kira kamu akan diam saja seperi kemarin ternyata… “Didi!! Lainkali jangan nolak ya!! Tenang aja, aku gag bakalan macem-macemin kamu kok, Waalaikumsalam! Bye Didi!!” serumu dari belakanggku.
Ya Allah.. itu anak memang pintar tapi kok tolol ya, mana pakek teriak lagi, astagfiruullah!! Semoga tidak bertemu dengannya lagi!! doaku.

«««««
Tama
Yiipppiiee…!!!!!hahhahaa
Hari ini aku ketemu Didi, dan bisa melihat wajahnya. Awalnya cuman pertemuan singkat, tapi setelah kegiatan perkuliahan, aku sengaja menunggu Didi dilorong yang biasa dilewatinya. Aku tahu setelah sempat bertanya ketemanku yang sekelas dengannya, dan memang Didi melewati lorong itu.
Sempat aku melihat tatapan terkejut dari matanya tapi itu hanya sekian detik, benar-benar gadis yang unik, dia dengan cepat kembali ke sosoknya yang “cool” (ini istilahku!!) 
Gadis itu terus saja berjalan tanpa menyapaku. Baiklah aku yang harus mulai duluan!! Barulah ketika dia beranjak 2meter, aku memanggilnya dan dia berhenti. Berbalik dan bertanya “maaf, kamu memanggilku??”. Sempat aku terpana, dan aku pun menjawabmu serta mengajakmu untuk pulang bareng, tapi kau menolaknya. Yah.. untuk saat ini tidak apa-apa, tapi lain waktu, harus!! Hehehehe
Dan.. yang paling membuatku ingin ketawa adalah saat aku berteriak ke dia, wajahnya langsung pias tapi cepat kembali normal lagi. Benar-benar lucu!! hahhhaa
 (Maaf Di, aku gag menertawakanmu. Hanya saja wajahmu lah yang membuatku selalu ingin tertawa). Sepertinya hari-hariku di kampus ini tidak akan terasa menjemukan lagi.!!!!!
«««««

2 komentar: