“Dua tahun yang lalu, disini,ditempat dimana kita sekarang berada,ditemukan sesosok mayat gadis, gadis itu menurut saksi mata mengakhiri hidupnya dengan terjun kebawah jembatan dan tubuhnya menghantam bebatuan dibawah sana, hingga gak dapat tertolong lagi. Kata sahabat Gadis itu,beberapa hari sebelum gadis itu mengakhiri hidupnya, sempat sang gadis curhat ke sahabatnya kalo sedang ada masalah keluarga yang pelik banget, kakak laki-lakinya terkena narkoba, sedang kakak perempuannya kabur dari rumah, ayah dan ibunya terkuras perhatian pada masalah kedua kakaknya, padahal dia sendiri sedang butuh perhatian, butuh sosok orang tua yang dapat dimintai nasehat, namun tidak ada yang peduli padanya. Bagaimana dengan pacar sang Gadis?? Boro-boro mengetahui keadaan gadis itu yang lagi kesusahan, sang pacar malah menuntut gadis itu untuk lebih perhatian padanya,menuntut gadis itu untuk selalu ada disampingnya,benar-benar gak punya perasaankan!!! Karena merasa begitu banyak tekanan yang diterimanya,maka gadis itu pun mengakhiri hidupnya disini.. Banyak sekali yang menyesali tindakan yang diambil gadis itu, dan karena tindakan itu pulalah, orangtua gadis itu baru menyesal. tapi… apa yang udah terjadi gak akan dapat diputar balikkan lagi. Dan….pacarnya pun ikut menyesal. Kamu siapa nama pacarnya itu?? Namanya Andra,.. jika kau berfikir kok namanya sama denganku?? Kamu benar, lelaki tak berperasaan,lelaki yang tidak mempunyai kepekaan, lelaki yang membuat pacarnya mengakhiri hidupnya, itu adalah memang AKu!!!!!!”
“gitu ceritanya,.. Ra’… dengerin gak tadi??”
Aku terpana, apa itu benar tentang dia? Apa itu benar ceritanya?? Kenapa dia begitu enteng menceritakannya pada orang yang baru dikenalnya?? Mencoba kebohongan dari raut wajahnya, dan ternyata.. aku tak dapat menemukan kebohongan diwajahnya. Sempat terlihat rona sendu, namun.. hanya terlihat sepersekian detik, secepat mata mengedip.
“woi…. Napa bengong?? Kaget ya?? Aneh gitu, napa aku enteng banget certain ini kekamu,ke orang yang nota bene baru aku kenal.”
Hanya anggukanku sebagai jawaban…
“hemmmm…. Wajar kalo kamu bertanya-tanya, aku certain ini ke kamu, karena ada orang lain yang kan merasa sangat menyesal kalo ngelihat kamu pulang dalam keadaan tak bernyawa, seberapa beratnya masalahmu, percayalah selalu ada jalan untuk menyelesainnya. Dan, kalo kamu bertanya, kenapa begitu entengnya aku bercerita, karena memang hal ini telah berlalu, sudah bukan waktunya untuk menyesalinya, yang dapat aku lakuin sekarang hanya mencegah orang untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang pernah dilakukan pacarku, cukup dia yang menjadi korban.Widih…. Panjang bener ya omonganku. Hehehehe”
“apa pedulimu dengan hidupku?? Toh kamu gak kenal siapa aku.”
“memang.. ini hidupmu, tapi aku tahu siapa kamu, aku tahu, kamu kesini, berdiri diatas jembatan ini, gak hanya satu atau dua kali,beberapa kali malah, aku pun tau ketika kamu menangis sesegukan disini.”
Zeetttttttt………..kenapa dia tahu?? Siapa sebenarnya kamu???
“Siapa sih kamu??”
“Aku Andra”
“jangan-jangan kamu intel ya? Atau reporter reality show yang lagi gak da kerjaan?”
“hahahahahahahahahahahahaha…………..ternyata lucu juga kamu ya..hahhahahaha”
“…………………………….”
“…….Diam!!! gak usah tertawa,jawab yang jujur.siapa kamu???”
“…………………”
“hahahha… iya..iya… aku bukan seperti tuduhanmu itu,aku Cuma manusia biasa, namaku Andra, dan aku disini karena aku penasaran sama kamu”
(haaaahhhh??????penasaran katanya??? Sepertinya memang dia orang gila)
“kagak percaya? Butuh KTP,SIM atau KK sekalian gak biar kamu percaya?”
“Shit!!! Aku gak butuh KTP,SIM,KK STNK atupun Kartu Pelajarmu, yang aku butuhin Cuma jawaban, kenapa penasaran sama aku?”
“hemm… aku penasaran tentang alasan napa kamu mo ngakhirin idup. Diputusin pacar ya?”
“haah?? Diputusin?? Sory, gak ada namanya diputusin kok bunuh diri”
“trus????”
“trus napa?”
“Mo cerita gak sama aku? Jujur nih, aku pengen tau banget soalnya.. hehehe”
“………………….hufffffftttttttt!!!...... bukan karena diputusin pacar,aku pengen ngakhirin idup, bukan karena terhimpit masalah keuangan aku pengen ngakhirin idup… aku pengen ngakhirin idup,karna,, yah.. karna aku ngerasa gak ada lagi yang peduli sama aku, dan gak ada lagi hal yang bisa aku lakuin. Aku cuma hidup berdua saja sama ayah, tapi.. rasanya idupku selalu sendirian, ayah terlalu sibuk dengan kerjaannya, teman??? Memang ada begitu banyak orang yang aku anggap teman disekelilingku,tapi mereka hanya berbuat baik dihadapanku,terlalu banyak kebohongan yang mereka lakukan, . jadi,, buat apa lagi aku hidup,toh sudah gak ada lagi yang peduli, gak ayah,gak “teman”. Mendingan mati, lagian kalo mati gak akan ada yang nangisin kok….”
“emang kamu tau kalo ayahmu gak sayang lagi? Emang kamu tau kalo teman-temanmu itu semuanya gak tulus sama kamu dan hanya menggunakan topeng saja?”
“kalo ayah sayang sama aku, gak seharusnya ayah terlalu sibuk dengan kerjaannya, kalo teman-teman itu tulus sama aku, seharusnya mereka ada disampingku,dan gak ninggalin aku!”
‘Sebenarnya Ra, ada begitu banyak alasan kenapa seseorang itu gak ada disamping kita ketika kita butuh mereka. Pernah gak Kamu ada disamping temanmu ketika mereka lagi butuh dukungan? Pernah gak kamu ngobrol sama ayahmu tentang keinginanmu?”
“Pernah dan pernah!!!! Aku udah berkali-kali bilang ke Ayah kalo aku pengen ayah punya waktu untukku, tapi apa yang terjadi, cuman janji doang yang aku dapetin!! Aku selalu ada buat teman-temanku ketika mereka lagi down, dan… ketika giliranku,mereka menghilang enrtah kemana. Apa itu masih dibilang kalo ada yang peduli denganku?? GAK ADA!!!!!”
“Dan…. Satu lagi Ndra, ada ataupun gak adanya Aku, semua gak akan ada yang menyadarinya!!”
Dia terdiam…. Terdengar helaan nafasnya,mungkin sudah gak ada kata-kata yang bisa diucapkannya untuk menanggapi perkataanku. Tapi…..
“Yah…. Aku rasa itu Cuma perasaanmu!!”
“Perasaanku??? Cihhhh…!!! Tau apa kamu soal perasaan he???”
“Mungkin terdengar sedikit sarkatis, memang sih gak ada orang yang tau tentang perasaan orang lain bahkan kadang kala tentang perasaannya sendiri pun orang juga gak tah. Aku pun mungkin juga gak tau tentang perasaanmu, karna kita baru beberapa menit ngobrol disini. Tapi aku tau dan pernah merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang mungkin dalam pikirannya sudah tidak ada yang peduli padahal, ada begitu banyak yang peduli padanya, hanya saja dia ataupun mereka tidak menyadarinya”
“Cihhhhh….” Cibirku
“ Kamu boleh mencibir kata-kataku Ra. Tapi percayalah, kalau masih banyak orang yang peduli dan sayang ke kamu.Cobalah buat ngebuka mata hatimu dan kamu akan tahu siapa sajakah mereka itu.”
Hening………dan tanpa terasa air mataku pun mulai menetes. Entah karena kata-katanya, entah karena rasa lelahku dengan sema hal yang terjadi. Entahlah!!!
“Nangis aja Ra, kalo emang dengan begitu paling gak kamu bisa lega. Tapi,,, maaf nih, kau gak punya tisu ataupun sapu tangan hehehe”
Dia…...Dia masih bisa berkelakar, dan nyengir……
“aku gak perlu tissue atau pun sapu tanganmu.”
“hahahahaha… iya..iya.. tenang aja, lagian juga gak ada kok. Hehehe”
“Ra… kadang bahkan kita seringkali berfikir bahwa dalam hidup itu gak ada yang namanya kesempatan kedua, adanya hanya satu kali kesempatan, Padahal, kalo kita mau sedikit bersabar kesempatan kedua, ketiga,keempat atau bahkan seterusnya itu selalu ada. Karna TUHAN itu gak pernah tidur. Tuhan itu selalu ngasih banyak kesempatan kepada hambanya yang mau bersabar. Hanya karena kurangnya rasa syukur dan sabar manusia itu sendirilah yang nyebabin hilangnya kesempatan yang udah Tuhan kasih.”
“jadi… maksudmu aku gak sabar gitu?? Aku dah sabar Ndar! Sabar banget malah!”
Emosiku mulai tersulut lagi! Apa katanya? Aku gak sabar??? Huuhhh… tau apa dia!!!! (Saat itu, hanya pikiran itu yang aku pikirkan, tapi sekarang, aku baru menyadari kebenaran dari kata-katanya)
“Bukan gitu… Aku gak nuduh kamu gak sabar kok…aku tahu kamu udah sabar , buktinya sekarang kamu duduk disampingku dan kita ngobrol. Kataku kan Kebanyakan, digaris bawahi Ke.BANYAKan! Mo kamu termasuk atau gak, itu kan dari asumsimu sendiri. Hehehe”
marinding
BalasHapus