Rabu, 03 Agustus 2011

Love ( A Secret Story Between Us) Part 3


Tama
Lagi-lagi tawaranku ditolak sama dia. Aku masih bisa maklum sih, kami baru kenal wajarlah.
Tapi..sampai kapan ya gadis itu bakalan nolak tumpanganku???
Aaarrrgggg!!...
Sepertinya aku mulai gila (atau mungkin memang sudah gila???), mulai tumbuh sebuah rasa aneh.Hmmm…. aku harus menyatakannya. Entah apa yang kan terjadi tapi besuk aku harus menyatakannya ke Didi. “Tuhan…. Jika aku boleh berharap dan meminta tolong,Please, lancarkanlah besuk dan apapun yang akan terjadi aku serahkan semuanya padamu.” Doaku.
©©©©©
Dari pagi, aku sudah menunggu dia didepan kelasnya. Hari ini aku ingin mengungkapkan perasaanku, deg-deg-an sekali rasanya. Gelisah?? Tentu saja. Dan… dia pun muncul, langsung aku memanggilnya
“pagi Di..”
“Pagi tam.. tumben nih pagi-pagi uadah ada didepan kelasku, ada apaan??”tanyanya,
“emm… boleh minta waktu sebentar?? Ada hal yang mau aku omongin’
Diam sejenak… “ya… di sana aja ya ngomongnya” tunjuknya di sebuah bangku ujung lorong, kami pun beranjak kesana.
“ada apa??” tanyanya
“emmmm……maaf ya Di gangguin waktu kamu” awal percakapanku
“gak papa, lagian juga belum masuk kok.. emang ada apa ya?” tanyanya
“……………”
“tam????”
“emmmm…. Gini…(busyet kenapa grogi gini sih!!)… aku…aku…. aku suka kamu di!”(huffttt!!! Terucap juga)
Dead air
Saat mencoba melihat ekspresinya, terlihat kalau dia terkejut. Masih bergeming dan tak ada kata-kata yang terucap. Aku harus memulainya lagi!
“maaf Di ngebuat kamu terkejut, yah.. kayaknya sih terlalu cepat buat nyampein ini kekamu, tapi beneran deh gak pakek bo’ong. Aku suka sama kamu, maybe it’s can called “love at 1st sigh!” kamu boleh ngganggep aku gila,sinting,gak waras, saraf,ato apalah yang lain,but when I know u at 1st our met, I know that I love u on that time!! Aku disini cuman pengen nyampein itu dan mungkin nih.. mungkin,.andaikan boleh berharap. Kamu pun punya rasa yang sama denganku” (untaian kalimat terpanjang yang pernah aku ungkapin)
Sumpah…. Deg-deg –an banget rasanya. Gila!!!
Nunggu sampe sekitar 5menitan, akhirnya Didi berucap, sesuatu yang emang sempet nyangkut dikepalaku.
“Tam… maksih banget buat perasaanmu, makasih juga buat pengakuanmu. Aku salut dengtan kejujuranmu, tapi…. Maaf banget, kalo maksudmu untuk menjalin hubungan lebih dari teman aku gak bisa Tam. Ada banyak hal yang ingin aku raih,mungkin juga kamu dan aku takut jika nantinya akan  nyakitin kamu. Maaf sekali lagi Tam”
Aku mengulas senyum….
“tapi.. boleh gak aku berharap kalo mungkin 4 tahun lagi ketika impian itu sudah kamu raih dan impianku pun sudah tercapai lalu aku datang dihadapanmu, kamu akan menerimaku?”
“Wallahu alam Tam, itu rahasia Tuhan!”
“Baiklah..mulai setelah ini aku gak akan nongol lagi dihadapanmu Didi, namun jika kau mengijinkan, aku akan tetap menyimpan rasa ini untukmu,dan jika Tuhan mengijinkan maka 4 tahun lagi aku akan datang ke hadapanmu dan menjadikan kamu pendamping hidupku.Aku percaya bahwa kau adalah jodoh yang tepat untukku,dan aku juga percaya Tuhan akan mengabulkan doaku. Mungkin sekarang,detik ini kau menganggap itu Hanya bualan, tapi aku kan bersungguh-sungguh hingga saat itu datang”
Wajahmu terlihat terkejut da terhenyak,seakan tak percaya dengan semua, tapi tekatku sudah bulat.
“Makasih Tam, aku serahkan semuanya ke Yang Kuasa, jika jodoh gak akan kemana. Dan,, kayaknya sudah waktunya aku masuk kelas. Permisi Tam.. Assalamualaikum..”
Kamu pun beranjak meninggalkan bangku menuju kelasmu.Aku tahu Di, mungkin kamu tidak percaya dan mengganggap semua ini lelucon, tapi aku percaya dan mantap dengan pilihan hatiku. Apa yang aku ucapkan tadi gak akan aku ingkari Di, karna aku seorang lelaki,dan pantang bagi lelaki untuk mengingkari apa yang diucapkannya!! Bagiku.. walau hanya sekejab mengenalmu,, begitu banyak hal indah yang aku rasakan, ketenangan jiwa saat bersamamu itulah yang terindah.
Semoga Tuhan meridhoi apa yang aku niatkan ini, dan semoga melancarkan jalan menuju kesana, karena niatku adalah tulus!!

«««««
Didi
Pagi-pagi sudah nongol didepan kelasku, katanya ada yang ingin dibicarakan, maka duduklah kami di bangku yang tak jauh dari kelasku. Aku kira dia akan ngomongin tentang apa, namun.. ternyata, dia mengungkapkan isi hatinya,tentang perasaannya.
Kaget..Shock.. terperengah, terkejut, terhenyak..
Aku hanya diam ketika kamu mulai mengungkapkan segalanya. Kenapa aku?? Kenapa bukan yang lain? Itulah pertanyaan yang ingin aku lontarkan padamu.
Seorang sepertimu, kenapa mempunyai rasa kepada seorang mahasiswi jurusan psikologi yang biasa-biasa saja sepertiku, yang bahkan orang lain pun tak akan habis pikir. Padahal ada begitu banyak wanita yang ada disekelilingmu tapi kenapa aku???
Bahkan,,, yang sangat membuatku tak percaya ketika kau berucap “tapi.. boleh gak aku berharap kalo mungkin 4 tahun lagi ketika impian itu sudah kamu raih dan impianku pun sudah tercapai lalu aku datang dihadapanmu, kamu akan menerimaku?”
Aku hanya bisa berucap “Wallahu Alam”
Dan lagi-lagi kau mengucapkan kata-kata yang membuatku semakin terperangah tak percaya bahwa seseorang sepertimu bisa mengucapkannya
“Baiklah..mulai setelah ini aku gak akan nongol lagi dihadapanmu Didi, namun jika kau mengijinkan, aku akan tetap menyimpan rasa ini untukmu,dan jika Tuhan mengijinkan maka 4 tahun lagi aku akan datang ke hadapanmu dan menjadikan kamu pendamping hidupku.Aku percaya bahwa kau adalah jodoh yang tepat untukku,dan aku juga percaya Tuhan akan mengabulkan doaku. Mungkin sekarang,detik ini kau menganggap itu Hanya bualan, tapi aku kan bersungguh-sungguh hingga saat itu datang”
MasyaAllah.. apa benar ini kau yang mengucapkannya???. Aku tak bisa berkata apa-apa, terlalu banyak kejutan yang aku terima pagi ini. Jujur.. aku benar-benar tidak mempercayai apa yang kau dengar. Ya Allah.. apakah ini hanya mimpi?? Tidak.. ini bukan mimpi!!!
Seorang Pratama Putra Wildansyah, melontarkan kata-kata yang terkandung janji didalamnya???
Aku hanya bisa mengucapkan pamit untuk meninggalkan tempat itu karna tidak tahu apa yang mesti aku ucapkan. Maafkan aku Tam…jika mungkin sikapku menyakitimu.
“Ya Allah ya Robb… Jagalah hati hamba dan hatinya. Tetapkanlah agar kami istiqomah dijalanmu. Tunjukkanlah apabila yang Haq itu benar-benar Haq dan yang Bathil itu adalah benar-benar Bathil. Hidup,mati,serta jodoh,semuanya adalah KehendakMu dan Hamba serahkan semuanya padaMu ya  Robb.Amiiinn…”


«««««
EPILOG::
Empat tahun kemudian…..
Solo, 14 Juni 2014…
Terlihat begitu hiruk-pikuk suasana dengan begitu banyak orang berlalu-lalang dirumah itu. Terdengar pula sayup-sayup suara gending jawa yang dialunkan bersama tabuhannya. Begitu banyaknya tamu ynag hadir membuat pramusaji kewalahan.
Ya… inilah puncak dari alur kehidupan 2 insan manusia, dipertemukan dalam suatu ikatan suci yang mengikat hingga ajal menjemput.  Begitu banyak hal yang terlewati,begitu banyak hal terjadi.
Pratama Putra Wildansyah menepati janjinya,sejak saat itu tak sedikitpun dia mengganggu dan hadir dalam kehidupan Diandra Asshiva Maharani. Kalaupun bertemu dalam suatu kesempatan yang mempertemukan mereka, maka Tama akan berusaha menjauh dari Shiva. Menjaga hati demi sebuah impian memanglah sulit, namun itu tetap harus dijalani karna bagi Tama,pantang untuknya mengingkari apa yang telah terucap.berbulan-bulan menunggu hingga saat itu tiba memang tidaklah gampang,adanya kalanya terbesit rasa ingin menyerah,mengkhiri semua dan bersanding dengan seseorang yang telah ada tanpa perlu berharap lebih. Namun jodoh,memang hanya Tuhan yang tahu. Ternyata mereka dipertemukan 5 bulan yang lalu,tanpa sengaja di pertemuan keluarga.

Solo, 5 Januari 2014…
Sore itu dikediaman Didi. “Nduk… boleh ibu bicara?” Tanya Ibu sembari duduk disebelahku, “Injeh buk..”,
“Nduk… besuk itu sahabatnya Bapak mau silahturahmi kesini,sekalian niatnya mau ngenalin anaknya sama keluarga kita, memang Ibuk sama Bapak sudah pernah ketemu tapi itu sudah puluhan tahun yang lalu, dan mungkin usianya sekarang sama kayak kamu”
“Trus buk??”
“Gini… usiamu kan sudah matang buat menikah, apa kamu gak pengen nikah nyusul mbakmu?”
“………….emmm… ya pengen buk kalo ditanya gitu”
“Lah nek pengen, kok pendampingmu gak dikenalin ke Ibuk sama bapak?”
“Gimana mau ngenalin tho buk.. lah wong ya belum ada kok, lagian Ibuk tau ndiri aku ne sibuk ma kerjaan jadi ya gak sempet mikir”
“Lah, kalo seandainya itu besuk kamu dilamar. Ta’aruf gitu, mau pa ndak??”
“Maksud nipun buk??”
“gini loh nduk….besuk itu sahabatnya bapak kesini sekalian mau njodohin kamu ma putranya. insyaAllah memenuhi persyaratan o nduk, wong putranya itu nyari pendamping sekalian mau diboyongnya ke Belanda soale nerusin program S3nya disana. Gimana nduk??? ”
“Insyaalloh,, manut Ibuk sama Bapak saya, kalau bapak sam ibuk ngridhoi, ya Didi laksanakan, lagian itukan sahabatnya Bapak,mestinya dah tau bibit,bebet,ma bobotnya”
“Alhamdulillah, yowes, kalo gitu bantuin ibuk nyiapain buat besuk ya”
Injeh buk..”,

Keesokan harinya, 6 Januari 2014
Datanglah rombongan sahabat Bapak Didi, dan saat mereka bertemu..............
“Kamu???” tudung Tama
“……..”
“Kamu Didi kan. Kenapa disini??”
“iya,, aku Didi, ini rumahku….”
“…………ooo…….. jadi.. putrinya Om Hery itu kamu ta…ternyata” ujar Tama sambil terkekeh
“Ada yang lucu???”
“iya… lucu ya ternyata takdir Tuhan itu…”
“hemmm…. Sepertinya begitu,ternya putranya Om Wildan yang bakaln kuliah di belanda buat ngambil S3 itu kamu Tam, gak nyangka..”
“hahahaha… gila ya Di, setelah sekian tahun gak ketemu sejak kejadian itu, ternyata disinilah kita ketemu. Berarti emang jodoh kitanya.hahaha”
(Ya Alloh.. setelah sekian lama tidak ketemu, ternyata sifatnya yang jenaka dan narsiss, tetap ada dan tidak hilang.dia masih seperti 4 tahun yang lalu, namun, hanya sosoknyalah yang berubah. Betapa, lucunya takdirmu ini ya Robb)
“di… kok nglamun”
“oowww….. ndak kok… hehehe”
“emmm…. Kalo seandainya saat ini, dirumah kamu aku ngutarain isi hatiku kalo aku suka sama kamu, perasaan yang gak pernah berubah dari dulu hingga detik ini, harapan yang gak pernah berubah,kalo kamu yang pengen tak jadiin pendamping hidupku.Apa kamu bersedia menerima ku?”
“……………….”
“………. Iya.. insyaallah, aku bersedia Tam.”
“Alhamdulillah” terukir senyum bahagia diwajahnya.
Sejak hari itu, segalanya mulai dipersiapkan hingga klimaksnya hari ini tanggal 14 Juni, ketika Tama berucap “Saya terima nikahnya…………..” didepan sang penghulu,disaksikan para sanak saudara. Bearkhirlah sudah penantian panjang, berakhirlah sudah harapan-harapan itu, karena sang pembawa hati telah kembali, berdiri disampingnya, mendampinginya dan akan terus disampingnya hingga ajal menjemput.

“KITA TIDAK PERNAH TAHU BAGAIMANA JALAN HIDUP KITA NANTINYA, NAMUN,, JIKA KAU PERCAYA,MAKA PERCAYAILAH APA YANG ENGKAU PERCAYAI ITU DAN SERAHKAN SEMUANYA PADA TUHAN. KARNA JODOH,HIDUP,MATI,REZEKI,SEMUANYA ADALAH RAHASIA SANG PEMEBERI HIDUP”


(= THE END =)